Milad ke-114 Muhammadiyah Usung Tema Bersama Satukan Bangsa, Ini Makna Logo dan Filosofinya

Desain dan Makna Visual Logo PWM KALSEL — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi meluncurkan logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah pada Sabtu, 12 September 2026, di Kantor PP Muhammadiyah, Cik Ditiro, Yogyakarta. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju puncak peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah yang akan dipusatkan di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Logo yang diluncurkan mengusung tema besar "Bersama Satukan Bangsa", sebuah panggilan kolektif untuk memperkuat persatuan, ukhuwah, dan semangat kebersamaan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Tema ini sejalan dengan pesan Al-Qur'an dalam Surah Al-Hujurat ayat 10 dan 13 yang menekankan pentingnya persaudaraan, persatuan, serta sikap saling mengenal dalam kehidupan bersama.   

Filosofi Daun Kelor: Simbol Ketangguhan dan Keluasan 

Elemen utama dalam logo Milad ke-114 Muhammadiyah adalah daun kelor. Pemilihan daun kelor bukan tanpa alasan. Selain identik dengan Kota Palu dan masyarakat Sulawesi Tengah, daun kelor merepresentasikan ketahanan, pertumbuhan, serta kebermanfaatan yang luas. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa pohon kelor disebut sebagai miracle tree atau pohon ajaib karena mampu tumbuh dan hidup di musim dan tempat mana pun.
 
"Daun kelor adalah lambang dari kesederhanaan dan ketangguhan," jelas Haedar Nashir. Ia mengajak seluruh pimpinan dan warga Persyarikatan agar makin memperkuat kesederhanaan yang memiliki nilai (qimah, value) dan ketangguhan yang adaptif namun tetap kuat dalam setiap zaman dan pergerakan. Selain itu, daun kelor juga dimaknai sebagai simbol keluasan. Dalam sebuah adagium dikatakan, "dunia tak selebar daun kelor." Haedar Nashir justru memaknai simbol ini sebagai pertanda keluasan wawasan, pemikiran, keluasan pergaulan, dan keluasan jelajah pergerakan Muhammadiyah. Daun kelor juga menjadi lambang kesejahteraan dan kemakmuran karena memiliki manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah dirancang dengan memadukan kearifan lokal Palu dan simbol identitas Persyarikatan Muhammadiyah. Angka "114" dipadukan dengan bentuk daun kelor secara dinamis. Angka tersebut dirancang seolah tumbuh dan menyatu dari kelopak daun, menyimbolkan perjalanan panjang Muhammadiyah yang terus bertumbuh, berkembang, dan tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Pada bagian puncak daun terdapat kaligrafi nama Muhammadiyah. Elemen tersebut melengkapi komposisi logo sekaligus menegaskan identitas Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam berkemajuan yang terus menghadirkan pencerahan bagi kehidupan umat dan bangsa. Dari sisi warna, logo ini mengombinasikan warna identitas Muhammadiyah dengan karakter warna yang merepresentasikan kekayaan budaya Sulawesi Tengah: 
  • Biru navy melambangkan keteguhan iman, kedalaman ilmu, dan semangat membangun peradaban yang maju. 
  • Hijau merepresentasikan identitas Islam sekaligus simbol kesuburan, kehidupan, dan kedamaian. 
  • Kuning keemasan menggambarkan pancaran cahaya pencerahan serta semangat pembaruan yang terus menyertai gerak Persyarikatan Muhammadiyah. 

Palu: Simbol Ketahanan dan Kebangkitan 

Pemilihan Kota Palu sebagai lokasi penyelenggaraan Tanwir dan rangkaian Milad ke-114 Muhammadiyah juga memiliki makna tersendiri. Palu menjadi simbol ketahanan dan kebangkitan masyarakat setelah menghadapi bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi pada 2018. Pasca-bencana, masyarakat Palu menunjukkan kemampuan untuk bangkit melalui kolaborasi dan semangat gotong royong. Dalam proses tersebut, Muhammadiyah turut hadir mendampingi pemulihan masyarakat melalui berbagai bidang, terutama pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, Amin Parakkasi, menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah Tanwir bukan sekadar tugas penyelenggaraan, tetapi juga momentum strategis untuk menghadirkan semangat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan. 

"Bagi kami, amanah ini bukan hanya sebagai tuan rumah. Tanwir merupakan momentum strategis untuk menghadirkan Muhammadiyah sebagai gerakan berkemajuan. Kami ingin memastikan Sulawesi Tengah, insyaallah, akan menjadi tuan rumah yang baik, ramah, dan tertib bagi seluruh peserta dan tamu yang hadir," ujarnya. 

Rektor Universitas Muhammadiyah Palu sekaligus Ketua Panitia Penerima Tanwir 2026, Rajindra, juga menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa berbagai persiapan terus dimatangkan, mencakup tempat pelaksanaan, sarana dan prasarana, pelayanan peserta, akomodasi, hingga koordinasi teknis bersama seluruh unsur kepanitiaan. 

Unduh Logo Resmi 

Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah kini sudah dapat diakses dan diunduh secara resmi oleh seluruh warga Persyarikatan maupun masyarakat umum melalui kanal media resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Logo dapat diunduh melalui tautan berikut: Unduh Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Dengan mengusung tema "Bersama Satukan Bangsa", Muhammadiyah meneguhkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam memperkuat persatuan, kebangsaan, dan semangat kebersamaan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Mari semarakkan Milad ke-114 Muhammadiyah dengan semangat kesederhanaan, ketangguhan, dan keluasan wawasan untuk Indonesia yang lebih berkemajuan.

Posting Komentar untuk "Milad ke-114 Muhammadiyah Usung Tema Bersama Satukan Bangsa, Ini Makna Logo dan Filosofinya"