Banjarmasin - Ketua PWM Kalimantan Selatan Prof. Dr. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd menekankan pentingnya algoritme kerja dalam sistem SATUMU sebagai fondasi tata kelola data yang modern. Algoritme tersebut dirancang secara sistematis, dimulai dari proses pengumpulan data oleh agen, validasi awal, verifikasi berlapis oleh verifikator, hingga integrasi ke dalam sistem pusat. Mekanisme ini memastikan bahwa data yang dihasilkan bersifat akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Satu
Data Muhammadiyah bukan sekadar aplikasi, melainkan sebuah sistem terintegrasi
yang menjadi tulang punggung dalam pengambilan kebijakan organisasi. “Dengan
algoritme yang terstruktur, kita dapat menghadirkan data yang valid, terverifikasi,
dan dapat diakses sebagai dasar perencanaan dan pengembangan program
Muhammadiyah ke depan,” ujarnya. Sabtu (5/4/2026).
Wakil Sekretaris I Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah M. Amir Nashiruddin, S.HI menyampaikan bahwa keberhasilan SATUMU sangat bergantung pada kolaborasi seluruh elemen Muhammadiyah. “Verifikator dan agen menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas data. Oleh karena itu, kapasitas mereka harus terus ditingkatkan melalui pelatihan seperti ini,” jelasnya.
Kegiatan ini tentu saja untuk memperkuat transformasi digital melalui pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Verifikator dan Agen Satu Data Muhammadiyah, program pelatihan strategis Muhammadiyah untuk melatih instruktur pengelola platform digital terpadu. Tujuannya adalah mentransformasi tata kelola organisasi secara digital, mengintegrasikan data anggota, e-KTAM, dan iuran menuju "Satu Data Muhammadiyah" yang akurat, transparan, dan efisien.
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan, Drs. Asrani, M.Pd., menegaskan komitmennya untuk segera melaksanakan rencana tindak lanjut pasca pelatihan SATUMU, hal tersebut disampaikan Asrani dalam rangka penguatan implementasi program Satu Data Muhammadiyah (SATUMU) di wilayah Kalimantan Selatan. Ia menyebutkan bahwa langkah lanjutan akan difokuskan pada percepatan kepemilikan E-KTAM (Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik) bagi seluruh warga persyarikatan.
“Setelah pelaksanaan ToT Verifikator dan Agen SATUMU, kami akan segera menjalankan rencana tindak lanjut secara terstruktur agar seluruh warga persyarikatan dapat memiliki E-KTAM,”menurutnya, keberadaan E-KTAM merupakan bagian penting dalam mendukung tertib administrasi dan penguatan sistem digital Muhammadiyah berbasis satu data.
Dengan data yang terintegrasi, diharapkan pengelolaan organisasi menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel, verifikator dan agen yang telah dilatih akan menjadi ujung tombak dalam proses pendataan, validasi, dan pendampingan warga Muhammadiyah di masing-masing daerah.
Acara tersebut berlangsung di Aula Kampus I Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang diikuti oleh perwakilan dari majelis, lembaga, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Kalimantan Selatan. Para peserta dipersiapkan menjadi pelatih (trainer) yang nantinya akan mengembangkan kapasitas verifikator dan agen data di tingkat daerah, sampai dengan cabang, dan ranting.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman teknis penggunaan aplikasi SATUMU, termasuk mekanisme input data, monitoring, serta evaluasi berbasis dashboard digital. Dengan metode ToT, diharapkan terjadi efek berantai (multiplier effect) dalam peningkatan literasi digital dan tata kelola data di seluruh struktur Muhammadiyah.
PWM Kalimantan Selatan optimistis bahwa implementasi Satu Data Muhammadiyah akan berjalan lebih cepat dan merata. Ke depan, SATUMU diharapkan menjadi pusat integrasi data anggota Muhammadiyah yang mencakup identitas, keanggotaan, hingga kontribusi organisasi secara menyeluruh.
Dengan
penguatan algoritme dan kapasitas SDM melalui ToT ini, Muhammadiyah Kalimantan
Selatan semakin mantap melangkah menuju tata kelola organisasi berbasis data
yang akurat, transparan, dan berkemajuan.

Posting Komentar untuk "Muhammadiyah Kalimantan Selatan Perkuat Algoritme Satu Data Muhammadiyah Melalui Training of Trainers Verifikator dan Agen SATUMU"